Berita
HGN 21
Tantangan Guru Dimasa Pandemi covid 19

Kamis, 25 Nopember 2021 06:50 WIB | Penulis: Aminuddin | dilihat: 350 kali

Tantangan Guru Dimasa Pandemi covid 19

            Seluruh negara di dunia telah menetapkan sejarah paling istimewa untuk sambutan Hari Guru di negara masing masing. Contohnya, Korea Selatan menetapkan sambutan Hari Guru pada 15 Mei, Thailand pada 16 Januari, India pada 5 September, China menyambutnya pada 10 September. Indonesia memilih tanggal 25 Nopember sebagai hari bersejarah untuk menyambut Hari Guru Nasional. Seluruh Insan guru tentunya berbahagia di hari yang bersejarah ini . kegembiraan ini biasanya di tuangkan  dalam bentuk Perayaan upacara ataupun kegiatan kegembiaraan yang dilakukan hampir di seluruh wilayah indonesia ,  mulai dari tingkat nasional sampai ke kecamatan semua  berbesar hati menyambut Hari ulang tahun guru ini. Inilah hari kebahagiaan yang di tunggu –tunggu insan guru setiap tahunnya, namun kita harus menyadari  kita  tidak bisa berlama - lama larut tenggelam dalam euforia ini, karena tugas guru semakin hari semakin banyak tantangan dan kelihatannya akan terus menghadapi tantangan. Kini, insan guru ini perlu memikul tugas sebagai Agen perubahan pendidikan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh negara. Dengan kata lain, apa saja perancangan pendidikan negara, insan guru tidak boleh terlepas dan dilepaskan daripada mengambil bahagian sepenuhnya dan melaksanakannya dengan sempurna.

            Dengan bermulanya pelaksanaan pendidikan di masa pandemic ini , tantangan kepada insan guru menjadi semakin hebat dan memerlukan komitmen utuh sebagai insan guru yang harus memenuhi tantangan tersebut. Tidak  cukup berpengetahuan dan berkemahiran saja dalam menjalankan tugas, tapi harus punya rencana rencana masa depan untuk kemajuan pendidikan.  Jika tidak, apapun rancangan yang akan dilaksanakan hanya memberi pengaruh minimum dan sangat perlahan, kalau pun tidak, bakal mengundang kegagalan, kesia-siaan, tenaga dan uang rakyat. Secara khusus,pelaksanaan pendidikan di masa pandemic memerlukan komitmen dan pemahaman insan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru memerlukan inovasi dan terobosan agar tujuan  pendidikan tetap tercapai, walaupun dengan segala keterbatasan akibat protokol kesehatan yang di tetapkan pemerintah ,namun harus di ingat, Pendidikan merupakan salah satu instrumen penting yang telah menjadi wahana untuk mencapai kemaslahatan membina masýarakat . Hal ini sudah pun jelas dalarn Falsafah Pendidikan Kebangsaan yang selama ini menjadi pegangan seluruh insan guru. Namun begitu, pada masa yang sama kita perlu bersifat terbuka dan mengakui bahwa peranan globalisasi dan peredaran zaman telah membawa kepada berbagai perubahan dan tantangan baru. Oleh itu, tibalah masa untuk insan guru melihat kembali proses pelaksanaan dan memperbaiki kelemahan untuk mewujudkan bagi pemantapan strategi dan pendekatan ke arah perubahan dan pembaharuan dalam proses pendidikan negara secara menyeluruh. Guru harus mampu melek terhadap inovasi-inovasi terutama di bidang Ilmu Teknologi (IT) agar mampu memberikan pendidikan yang lebih menarik sesuai dengan situasi yang berkembang saat ini,  usaha ini sejajar dengan agenda membina insan muda kelas pertama yang digagaskan oleh pemimpin negara untuk mewujudkan generasi yang handal dan siap bersaing secara global di kancah internasional.

            Negara tidak boleh lagi menunggu untuk melakukan lompatan ke arah kecemerlangan pendidikan dan menjadikannya cukup relevan bukan sekadar memenuhi tuntutan globalisasi tetapi malah untuk membangun kapasitas (capacity building) negara di semua sektor dan itu di mulai dari pendidikan. Kita harus pahami, hari ini pendidikan tidak lagi sekadar untuk mencerdaskan generasi buta huruf dan buta angka tetapi turut berperanan untuk mencerdaskan generasi muda yang buta IT, buta jati diri, buta budaya, buta nilai dan budi bahasa serta adab sopan. Pendidikan tidak mencukupi sekadar menyiapkan generasi muda dengan ilmu pengetahuan yang berbentuk teori semata-mata, tetapi berkehendakkan generasi muda mempunyai kemampuan berfikiran di luar kotak, kemahiran bersifat hands on serta kemahiran interpersonal yang tinggi bagi menjamin terjun ke pasar global (marketability) dan kemampuan hidup bermasyarakat mengedepankan tantangan masa depan yang penuh dengan tantangan. Inilah tugas guru yang sungguh tantangan di masa depan . Wajarlah, seluruh masyarakat perlu memberikan penghargaan  kepada insan guru di mana-mana saja karena insan gurulah yang menyediakan "pelita dan lampu di masa kegelapan ini”. Negara beruntung, kerana guru tidak pernah meminta lebih ataupun mengeluh, walaupun menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yang terkadang tidak masuk akal semasa melaksanakan tugas seharian, khususnya sekolah-sekolah di daerah terpencil. Janganlah dibenarkan apabila ada yang pihak mengambil kesempatan di atas  lelah dan penderitaan insan yang bernama guru ini. Berilah sedikit ruang kepada insan yang mulia ini untuk mengecap hidup yang lapang dalam kehidupan yang penuh kesempitan ini. Di manakah letaknya marwah seorang insan guru, jika anak murid boleh mengacungkan jari dan mendakwa gurunya ? Di manakah letaknya air muka seorang insan guru, jika ibu bapa boleh memaksa seorang insan guru untuk meminta maaf di khalayak ramai? Inilah fenomena yang menjadi tangisan bagi dunia pendidikan, seperti seorang bayi yang membutuhkan dekapan ibunya saat dia menangis , begitulah guru-guru mengharapkan perhatian dari negara ini.

            Sesungguhnya Fenomena ini tidak boleh terjadi kepada insan guru, khususnya di negara ini. Sadarkah kita, ketika menghadapi fenomena yang menghimpit ini, insan guru juga terus ditagih melakukan itu dan ini untuk menyelesaikan perlengkapan administrasi, belum lagi persoalan kompleksitas lingkungan keluarganya. Namun tentunya kita harus kuat , ketika menghadapi keadaan yang menghimpit ini, insan guru juga perlu respons kepada agenda terobosan untuk mewujudkan tujuan negara dalam bidang pendidikan. Guru wajib melakukan sesuatu yang mempunyai nilai tambah, khususnya dalam proses pembelajaran dan pengajaran di dalam dan luar kelas. Maka, insan guru tidak mempunyai pilihan lain selain "adapt and adopt" untuk menyambut tantangan negara. Walaupun dengan berbagai bentuk kemeriahan dalam menyambut Hari Guru 2021 kepada insan guru, namun sebenarnya tugas yang sebenarnya adalah tantangan sedang menunggu  dihadapan kita .

            Kesimpulannya, walaupun berbagai rintangan menghalang, penulis cukup yakin bahwa seluruh insan guru negara ini akan terus menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya demi masa depan negara dan generasi muda di mana insan guru berada. Sesungguhnya kejayaan semua "sejarahnya dimulai oleh seorang guru biasa"

(Di tulis oleh Aminuddin, Guru SMAN 1 Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, tulisan ini dibuat terinspirasi dari seorang guru besar, beliau adalah seorang Profesor Madya di Sekolah Pendidikan dan Pembangunan Sosial, Universiti Malaysia - Sabah).